25 Bus Beroperasi Hari Ini di Tangerang



25 Bus Beroperasi Hari Ini di Tangerang





JAKARTA, KOMPAS – Mulai senin (31/8) ini, sebanyak 25 bus transjabodetabek akan beroperasi di jalur Poris Plawad (Kota Tangerang)-Kemayoran(Jakarta Pusat).

“Uji coba sudah dilakukan sejak Jumat kemarin. Saat uji coba, hanya lima bus yang dioperasikan,” kata Kepala dinas Perhubungan Kota Tangerang Engkos Zarkasi.

Untuk itu, menurutnya, Pemkot Tangerang akan melakukan penataan Terminal Poris untuk menjadi pusat integrasi antarmoda. Sesuai dengan rencana, nantinya di Terminal Poris akan terdapat tujuh moda transportasi mulai dari LRT, Busway, MRT, Kereta Bandara, BRT dan lainnya. "Jadi, bagi warga yang ingin pergi dengan waktu cepat bisa menggunakan LRT," paparnya.

Engkos Mengatakan, bus transjabodetabek rute poris Plawad-Kemayoran telah diresmikan Kementrian Perhubungan, Jumat, bersamaan dengan transjabodetabek rute Depok-PGC-Grogol dan Harapan Indah Bekasi-Pasar Baru.

Mengenai besaran tarif, Engkos mengatakan, warga pengguna jasa angkutan masal ini harus membayar Rp 10.000 per penumpang. Sistem pembayaran dengan menggunakan tiket elektronik (e-tiketing).

“Penumpang transjabodetabek ini bisa melanjutkan perjalanan menggunakan bus transjakarta tanpa harus membayar lagi jika turun dan berganti bus transjakarta pada halte yang sama,” jelas Engkos.

Engkos mengatakan,rute transjabodetabek akan melintas di halte dalam Kota Tangerang, seperti Jalan Benteng Betawi, Mall Bale Kota, Tangcity, Imam Bonjol, dan Palem Semi. Selanjutnya, bus masuk Jalan Tol Kebon Nanas dan masuk jalur transjakarta di Jalan Jenderal Sudirman-Teuku Umar-Imam Bonjol-Grogol-Tomang-Roxy-Kemayoran.

Di luar pengoperasian massal transjabodetabek di Tangerang, Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi pengoperasian bus transjabodetabek yang sudah dirintis selama hampir sepekan terakhir.

“Kami masih menunggu laporan operasional sampai hari Minggu. Mungkin mulai pekan depan kami akan evaluasi pelaksanaannya sejauh ini seperti apa,”kata Pande.


Sudah 50 persen

Hananto Krisna, Kepala Seksi Pembangunan Simpang Tidak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, menjelaskan, pembangunan jembatan layang Kuningan Selatan sudah berjalan 54,3 persen. Pembangunan lebih cepat dari target 44,6 persen. “Pembangunan jembatan layang permata Hijau sudah berjalan 65,6 persen, lebih cepat dari target 40 persen,” ujarnya.

Di dua lokasi proyek itu kerja sudah selesai membangun seluruh pilar atau tiang penyangga jembatan layang. Kini pekerja muai membangun struktur atas berupa pengangkatan dan pemasangan balok jembatan.

Hananto menjelaskan, pengerjaan balok jembatan berlangsung malam hari, pukul 22.00-pukul 03.00. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kemacetan di sekitar lokasi proyek pembangunan. Pengerjaan struktur atas jembatan layang diprediksi selesai pada November 2015. Setelah itu pekerja akan mengaspal jalan dan melaksanakan tahap penyelesaian akhir. Jembatan layang Kuningan selatan dan Permata Hijau ditargetkan selesai Desember 2015.

Sementara itu, pembangunan jalan layang khusus bus transjakarta Koridor XIII Ciledug –Tendean juga terus berlanjut. Saat ini proyek sudah berjalan 20,08 persen, lebih cepat dari target 16,59 persen. Agus Indroyono, Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tidak Sebidang Dinas Bina Marga DKI, mengatakan, pembangunan sempat terkendala masalah utilitas.


Tiga jalan layang baru

Pemerintah Provinsi DKI juga berencana menambah tiga jalan layang di pelintasan sebidang dengan kereta. Tiga jalan layang yaitu di Cipinang, Lontar, Jalan Panjang, dan Bintaro, akan mulai dibangun tahun 2016. Saat ini, Dinas Bina Marga DKI selaku penanggung jawab proyek masih memproses lelang pembangunan ketiga jalan layang tersebut. Selain jalan layang di pelintasan sebidang kereta, Gurbernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama juga mendesak segera dibangun jalan layang di kawasan Pluit, Jakarta Utara. (PIN/DNA/FRO)


Sumber : KOMPAS, SENIN, 31 AGUSTUS 2015, HALAMAN 25, KOLOM 5.

 




 

joomla template
program indir