Tiga Proyek Jalan

Tiga Proyek Jalan Segera Dimulai


Harus Ada Jaminan Kemudahan Akses Warga

JAKARTA, KOMPAS – Proses lelang tiga proyek transjakarta Kapten Tendean-Ciledug serta jalan layang Kuningan dan Permata Hijau, telah selesai. Pembangunan direncanakan berlangsung mulai Maret-April 2015. Tiga proyek itu untuk menambah kapasitas jalan, angkutan umum dan mengurangi kemacetan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Agus Priyono, Minggu (21/12), menyebutkan, fase prapembangunan delapan paket jalan layang khusus transjakarta Kapten Tendean-Blok M-Ciledug sepanjang 9,4 kilometer telah dimulai pada 15 Desember 2014. Namun, para pemenang lelang diminta mendesain detail teknik setidaknya tiga bulan ke depan, untuk memaksimalkan kekuatan beton.

Proyek tersebut, kata Agus , sesuai dengan rencana pengembangan system jaringan angkutan missal sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2030.

Jalan layang khusus transjakarta nanti memiliki dimensi 9 meter di ketinggian 12 meter. Ada 12 halte yang akan dibangun di jalur yang akan menjadi koridor ke-13 dalam jaringan bus transjakarta itu. Pemerintah menganggarkan dana Rp 2,5 triliun untuk proyek tersebut, antara lain untuk biaya konsultan perencanaan, desain awal, dan pembangungan fisik.

Setiap paket akan dikerjakan oleh kontraktor berbeda, antara lain PT Adhi Karya untuk paket Tendean, PT Yasa Patria Perkasa paket Santa, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama paket Trunojoyo, PT Hutama Karya paket Taman Puring, PT Pembangunan Perumahan paket Kebayoran lama, PT Istaka Karya-PT Agra-budi Karyamarga paket Kostrad, dan PT Waskita Karya paket Adam Malik.

Agus menambahkan, jalan di bangun untuk jalur transjakarta. Namun, jika dinilai dperlukan, jalan bisa diperlebar untuk menambah rasio jalan. Proyek jalan layang Kapten Tendean-Blok M-Ciledug ditargetkan selesai pada Desember 2016.

Atasi perlintasan sebidang

Dua proyek lain yang akan segera dibangun adalah jalan layang Kuningan. Jalan akan dibangung sepanjang 680 meter dengan lebar 9 meter disisi selatan persimpangan untuk akses kendaraan dari timur menuju barat Jalan Gatot Subroto. Keberadaannya memisahkan konflik jalur dan menambah kapasitas untuk mengurangi kemacetan.

Proyek yang akan dibangun lainnya dalah jalan layang Permata Hijau. Proyek ini dibangun untuk menghapus perlintasan sebidang antara Jalan Permata HIjau dan Jalan Patal Senayan dengan jalur kereta lintas Tanah Abang-Serpong. Jalan layang selebar 10 meter dengan panjang 544 meter ini ditargetkan selesai pada 15 Desember 2015.

Antisipasi dampak proyek

Terkait pembangunan infrastruktur itu, pemerintah diminta memperhatikan akses jalan alternatif selama proyek berlangsung. Selain itu, harus benar-benar diperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dan angkutan umum, termasuk akses ke halte dan atasi macet dipersimpangan layang.

Khusus terkait rencana pembangunan jalur layang, transjakarta, analis kebijakan dari Masyarakat transportasi Indonesia, Tory damantoro, berpendapat, pemerintah perlu memperhatikan kemudahan warga mengakses halte jalan layang transjakarta, terutama di titik transfer seperti Koridor VIII di Kebayoran, Koridor I di Sisingamangaraja, dan Koridor VI di Mampang.

Selain soal kapasitas, pembangunan halte transfer harus mempertimbangkan kenyamanan pengguna karena posisinya layang. Pemilihan lokasi halte idealnya di titik-titik kegiatan masyarakat.

Fasilitas lain yang perlu di perhatikan, kata tory adalah titik awal di Ciledug, “Sejak awal Cileduh harus dirancang dan dikelola sebagai park and ride karena akan menjadi titk temu penumpang dari wilayang seperti Bintaro dan Serpong,” kata Tory.

Koordinator Komunitas Suara Transjakarta David Tjahjana menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI perlu membuka detail rencana pembangunan jalur layang Koridor XIII. “Detail ini perlu dikritisi masyarakat, terutama terkait aksesibilitas ke halte. Jangan sampai investasi yang mahal ini tidak teralalu menolong pergerakan orang,” ucapnya.

Dari sisi rute, Koridor XIII tergolong strategis. Namun , soal akses halte belum ada kejelasan. Apalagi, di ruas seperti Blok A, jalur layang akan berpotongan dengan jalan laying yang sudah ada.(ART/MKN)

Sumber : Kompas, Senin, 22 Desember 2014, Hal : 27

joomla template
program indir