Harga Properti Bisa Terkerek Hingga 25%



Harga Properti Bisa Terkerek Hingga 25%



Jakarta—Beroperasinya jalan tol Jakarta Outer Ring road West 2 (JOR W2) Kebon Jeruk-Ulujami dipastikan akan memacu kenaikan harga, sekaligus pertumbuhan property di koridor barat Jakarta.

Pada akhir juli, jalan tol segmen ciledug-Ulujami secara resmi beroperasi. Jalan tol tersebut merupakan bagian dari jaringan jalan di jabodetabek yang menghubungkan beberapa ruas jalan tol seperti tol jakart-Cikampek, Tol Jagorawi, Tol Jakarta-Tangerang, dan Tol Sedayatmo.

Dengan selesainya pembangunan JORR W2 Utara tersebut, kawasan timur Jakarta sehingga area Penjaringan, dapat terhubung langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta, tanpa harus melalui jalan tol dalam kota.

Direktur eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda memperkirakan setidaknya keberadaan tol tersebut akan membuat terjadinya kenaikan harga property di kawasan sekitar minimal 25% dalam satu tahun.

“Tol ini menjadi salah satu pemacu bangkitnya pengembangan di Jakarta Barat. Dengan JORR W2, akses abilitas Jakbar akan tumbuh karena akses itu,” paparnya  kepada Bisnis, Selasa (16/9).

Selama ini, pertumbuhan di kawasan Jakbar agak terhambat dengan terjadinya pengembangan yang pesat di serpong, Ali memperkirakan akan tumbuh kawasan segitiga pertumbuhan baru di Jakbar yang meliputi area Kebon Jeruk-Puri-Permata Hijau.

Kawasan Puri, khususnya Puri ndah misalnya, sudah tumbuh lebih awal. Dalam perencanaan kota, area itu sudah ditetapkan sebagai sentra primer bisnis di wilayah barat. Seiring dengan perkembangan yang ada, wilayah kebon Jeruk akan turut mengikuti.

Wilayah CILEDUG

Sementara untuk wilayah Ciledug, sambungnya, akan memperhatikan pertumbuhan serupa, hanya upaya untuk mengurangi tingkat kemacetan yang tinggi sepertinya akan menjadi prioritas utama untuk saat ini.

Seperti diketahui, Pondok Indah Group telah melakukan pengembangan di kawasan Puri Indah. Di area yang berdekatan, Lippo Group menyusul dengan pembangunan superblock St. Moritz, begitu pula dengan Ciputra Group dengan Ciputra International. Pengembangan lain juga dilakukan oleh PT Inovasi Graha dinamika untuk gedung perkantoran The Bluegreen.

Direktur ciputra Group Artadinata Djangkar menuturkan mulai dari Bintaro hingga persimpangan mnuju tol sedyatmo akan mengalami perutmbuhan siring dengan beroperasinya JORR W2.

Dia memperkirakan keberadaan tol ini akan mengerek harga 20%-25%. “Dalam lima tahun keepan, wilayah koridor di barat akan mengalami pengembangan pesat sebagai pusat bisnis baru, yang saat ini masih focus di TB Simatupang. Tol ini telah mempermudah akses dari utara menuju selatan. Yang melewati wilayah barat,” katanya.

Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan sejauh ini pengembang telah merespons keberadaan akses baru tersebut. Seperti dilihat pengembangan yang terjadi di wilayah Puri telah tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Dia sulit mengukur seberapa jauh pertumbuhan harga yang berpeluang tumbuh dengan keberadaan akses baru ini.(Fatia Qanitat)



Sumber : Bisnis Indonesia, Rabu, 17 September 2014, Hal 26

 




 

joomla template
program indir