Jalur Khusus Bus Ditingkatkan



Jalur Khusus Bus Ditingkatkan

Transjakarta Akan Lebih Nyaman dan Aman bagi Penumpang




Jakarta, Kompas -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memperbaiki semua jalur bustransjakarta agar lebih mulus,aman dan steril. Jalur akan dibeton konkret agar tidak bergelombang dan nyaman dilalui bus. Proyek perbaikan 12 koridor tersebut direncanakan selesai tahun depan.

Wakil Gurbernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Rabu (6/8), di Balai Kota, mengatakan jalur bus transjakarta di 12 koridor akan jauh lebih nyaman dibandingkan dengan jalur reguler. Dengan demikian, orang akan memilih naik bus daripada kendaran pribadi.

“Kami akan bikin mulus semua jalur. Enggak ada yang banjir lagi. Jakarta ini punya duit, jadi aneh kalau enggak bisa bikin mulus jalur transjakarta," katanya.

D banyak tempat, jalur bus transjakarta rusak, seperti berlubang dan bergelombang. Bus harus memperlambat laju agar tidak membahayakan penumpang.

Semula jalur bus akan dibeton dengan teknologi beton yang cepat kering (speed grid), hanya sekitar 10 jam . Namun, karena biaya lebih mahal, pembetonan dilakukan dengan beton reguler yang tahan lama.

Menurut Basuki, pihaknya telah mendapat jaminan dari pihak kepolisian untuk sterilisasi jalur bus transjakarta. sampai saat ini, penyerobotan jalur bus transjakarta oleh kendaraan pribadi dan angkutan umum jenis lainnya masih terus terjadi. Akibatnya orang enggan naik bus transjakarta.

"Pokoknya nanti kalian akan memilih naik bus transjakarta daripada menyetir kendaraan pribadi sambil bermacet-macetan. Jalurnya mulus, busnya empuk. Pasti orang yang naik mobil iri," kata Basuki.

Pemprov DKI Jakarta juga segera merealisasikan penambahan koridor transjakarta hingga 15 koridor. Sampai saat ini tersisa tiga koridor yang belum terbangun yaitu Koridor XIII (Ciledug-Tendean), Koridor XIV (Tendean -Kalimalang), dan Koridor XV (UI-Manggarai)

Wakil Kepala Dinas PU DKI Jakarta Agus Priyono mengatakan, saat ini proses tender untuk Koridor XIII sedang berlangsung. "Lelangnya sudah tayang di Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa. Anggarannya Rp 2,5 triliun," ujarnya.

Pembangunan jalur transjakarta Koridor XIII menjadi prioritas karena beban lalu lintasnya paling berat. Diharapkan, pembangunan jalur itu bisa dimulai akhir tahun ini. Sebagian konstruksi jalur dibuat secara layang.

Agus menambahkan, apabila Pemprov DKI akan menambah rasio jalan, Koridor XIII juga disiapkan untuk kendaraan umum. "Jadi nanti bentuknya mix traffic atau bercampur dengan jalur bus transjakarta, tetap ditengah," katanya.

Dengan kostruksi layang, halte bus transjakarta nantinya akan dilengkapi dengan tangga berjalan untuk memudahkan penumpang.

Penegakan hukum

Secara terpisah, Koordinator Suara Transjakarta David Tjahjana mengatakan, ada dua hal penting dalam sterilisasi, yakni kesiapan infrastruktur pendukung serta penegakan hukum yang konsisten sepanjang waktu.

Berkaitan dengan intrastruktur, david mendukung adanya separator yang tinggi untuk memisahkan antara lajur transjakarta dan lajur reguler. Namun, pemisah antaradua lajur transjakarta yang berlawanan arah sebaiknya dihilangkan.

Dengan demikian jika ada bus transjakarta yang mogok atau gangguan bisa disusul bus lain di dalam lajur transjakarta.

"Transjakarta tidak perlu keluar dari jalannya kalu ingin menyusul bus lain yang alaami gangguan. Dengan begitu separator tinggi untuk memisahkan lajur transjakarta dengan lajur reguler bisa diterapkan di jalan-jalan yang sempit dan padat," ujarnya.

Sementara David mendapatkan informasi bahwa peninggian lajur transjakarta baru akan diterapkan di Koridor III (Harmoni-Kalideres) sehubungan dengan koridor ini melewati daerah banjir. Peninggian ditujukan untuk mengurangi imbas banjir pada perjalanan bus transjakarta.

"Kalau ada peninggian lajur transjakarta, perlu diikuti juga dengan peninggian halte sehingga penumpang nyaman naik-turun bus," katanya.

Untuk penegakan hukum, David berharap aparat konsisten menindak pengguna kendaraan pribadi yang menggunakan lajur transjakarta. "Jangan sampai kalau sedang macet, kendaraan di perkenankan memakai lajur transjakarta. Jadi harus konsisten," ujarnya.

Dijalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman, David berharap ada pemisah antara lajur transjakarta dan lajur reguler. Dengan begitu, ratusan penumpang transjakarta tidak harus mengalami kemaceta di ruas jalan tersebut. (FRO/ART).



Sumber : Kompas, Kamis, 7 Agustus 2014, Hal 26 Kol 3

 




 

joomla template
program indir