Halte Siap Dua Bulan



Halte Siap Dua Bulan



Perpanjangan Jalur Koridor 13 Sudah Mulai Dibicarakan

JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah Provinsi Jakarta berharap dalam dua bulan mendatang semua halte di Koridor 13 jalur transjakarta rute Tendean-Ciledug sepanjang 9,3 kilometer sudah beroperasi. Saat ini, baru enam halte beroperasi dari 14 halte yang akan dioperasikan.

“Kira-kira dua bulan dari sekarang.” Tutur Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah. Senin (14/8), di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat. Jika semua halte sudah beroperasi, 100 bus transjakarta akan melintas di sana, yang ditargetkan mengangkut sekitar 40.000 penumpang per hari dari rute utama dan rute variasinya.

Saefullah juga mengapresiasi adanya eskalator menuju ITC Cipulir di Halte Cipulir. ITC Cipulirlah penyedia eskalator itu yang berkontribusi meningkatkan kenyamanan penumpang, sekaligus tempat perbelanjaan itu mendapat manfaat dari potensi penambahan pembelanja.

Gurbernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bakal meresmikan Koridor 13, Rabu (16/8).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencahayaan Kota Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Syamsul Bakhri, kemarin, resmi memutus kontrak penyediaan penerangan di paket jalan layang Koridor 13 karena pemenang lelangnya PT GA, wanprestasi. Untuk periode kontrak 26 Mei-20 Desember 2017, perusahaan itu terakhir baru menyelesaikan 0,36 persen pekerjaan. Nantinya, setelah Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI mengirim permohonan ke Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI, BPPBJ bakal mengevaluasi untuk menentukan pelaksana proyek. Lewat penunjukan langsung pemenang cadangan lelang sebelumnya atau pihak yang dianggap mampu.

Syamsul memperkirakan, jika kapasitas produksi tiang lampu memadai, seluruh kebutuhan penerangan jalan layang Koridor 13 bisa terpenuhi tiga bulan mendatang. Selain penerangan jalan layang, pelaksana proyek bertugas menyediakan lampu penerangan ram naik dan turun, jalan arteri, kolong jalan layang dan penyorot pilar-pilar.


Sambutan warga

Beroperasinya Koridor 13 Ciledug (Kota Tangerang)-Tendean (Jakarta Selatan) yang dimulai dari halte Puri Beta 2 Kelurahan Larangan, Kota Tangerang mendapat sambutan baik warga dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Warga tampak antusias menggunakan bus transjakarta pada hari pertama beroperasi secara normal dari halte Puri Beta 2, Senin kemarin.

Sejak bus beroperasi pukul 05.00, warga memenuhi halte di kawasan perumahan itu. “Lebih cepat. Biasanya kalau dari Ciledug sampai Tendean bisa dua jam,” ujar Julia, pegawai di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Saat Kompas mencoba naik pada pukul 10.15 dari halte Puri Beta 2, bus tiba di Tendean pukul 10.55. Itu sudah termasuk macet di ruas Jalan Kreo, Larangan.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pihak nya sudah mendukung upaya pemerintah DKI yang mengoperasikan transjakarta Koridor 13.

“Kami berharap, dengan beroperasinya Koridor 13 ini akan menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan tidak hanya di Jakarta, juga wilayah timur kota Tangerang. Hali ini akan bermanfaat bagi masyarakat Jakarta dan Kota Tangerang karena akses menuju Tangerang dari Jakarta atau sebaliknya akan semakin mudah,” kata Arief.

Ketersediaan angkutan publik yang aman, nyaman, dan cepat sangat diharapkan warga yang tinggal di wilayah berbatasan langsung dengan DKI Jakarta.


Proyek lanjutan

Untuk itu, Arief berharap, Pemprov DKI sesegera mungkin melengkapi saran dan prasarana menunjang kelancaran operasional jalur laying Koridor 13, diantaranya marka jalan, lampu penerangan jalan, sehingga operasional bus lebih optimal. Saat ditanya rencana proyek lanjutan Koridor 13 hingga CBD Ciledug dan Poris yang akan terintegrasi dengan kereta bandara di Stasiun Batu Ceper, Poris, Airef mengatakan, pihaknya berharap pemerintah pusat segera member solusi. Hal itu karena pembangunan lanjut Koridor 13 adalah lintas wilayah, antara DKI Jakarta, Banten, dan Kota Tangerang.

Kendala lain adalah anggaran. Menurut Arief, pihaknya terkendala dana untuk melanjutkan proyek lanjutan Koridor 13 hingga ke CBD dan Poris, “Kemarin kami mendapat informasi bahwa pemerintah pusat melalui Bappenas berencana menggandeng Bank Dunia untuk membiayai pembangunan perpanjangan jalur Koridor 13 hingga Poris. Kami tinggal menunggu dan berharap rencana itu segera terealisasi,” kata dia.

Menurut Arief, pihaknya sudah memiliki Detail Enfineering Design (DED), terutama terkain sinkronisasi jalur bus khusus (busway) dengan kereta bandara di Terminal Poris. Dalam perencanaan itu, ke depannya Terminal Poris akan menjadi simpul (hub) berbagai moda transportasi, termasuk kereta bandara.

Jika terealisasi, itu sangat membantu masyarakat di wilayah selatan Jakarta atau Tangerang, terutama yang ingin menuju bandara. “Sinkronisasi itu akan sangat membantu masyarakat, terutama yang hendak menuju bandara,” kata Arief. (JOG/PIN/DD18)


Sumber : KOMPAS, SELASA, 15 AGUSTUS 2017, HALAMAN 30, KOLOM 1.

 




joomla template
program indir