Koridor 13 Layani Penumpang 13 Agustus



Koridor 13 Layani Penumpang 13 Agustus



JAKARTA, KOMPAS – PT Transportasi Jakarta siap melanjutkan uji coba bus transjakarta Koridor 13 dengan membawa penumpang mulai Minggu (13/8). Selama uji coba, belum semua prasarana difungsikan, termasuk halte.

Direktur utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Budi Kaliwono, Minggu (6/8), menjelaskan, Sertifikat Laik Fungsi (SLF) atas koridor 13 sudah terbit. Manajemen Transjakarta menindaklanjuti dengan memberikan pelayanan kepada penumpang sekitar 20-30 bus single akan melayani penumpang dirute Mampang – Ciledug sepanjang 9,3 kilometer ini.

Sebelum nya, Uji coba dilakukan sejak 13 Mei tanpa membawa penumpang.

Uji Coba mengangkut penumpang direncanakan dengan waktu terbatas, yakni pukul 05.00 hingga 19.00. Pembatasan waktu operasional disebabkan transjakarta masih menunggu rampungnya lampu penerangan dijalur koridor 13. “Jika sudah rampung, layanan bisa sampai pukul 22.00.” kata Budi.

Selama uji coba, hanya empat halte yang difungsikan untuk naik turun penumpang yaitu Halte Tendean, Tirtayasa, Mayestik dan Adam Malik sebanyak delapan halte lainnya dioperasikan setelah dilengkapi fasilitas yang menambah keamanan kenyamanan penumpang.

Budi menambahkan peresmian Koridor 13 dipastikan 16 Agustus “Kami berharap layanan ini nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat banyak. Kami juga berterima kasih atas dukungan semua pihak, baik Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, Dinas Pertambangan dan energi, Pemkot Tangerang maupun pihak lain yang sudah membantu persiapan operasional ini.” Tambahnya.

Di Kota Tangerang sejumlah persiapan dilakukan terutama di Halte Puri Beta 2. Tempat bus Transjakarta berputar balik.

Selain itu, Dinas Perhubungan Kota Tangerang telah mengatur arus lalu lintas dijalur tersebut. Kendaraan dari arah Kreo menuju menuju Puri Beta di Jalan HOS Cokroaminoto diarahkan masuk Halte Puri Beta 2. Menjelang Halte semua kendaraan mengambil jalur kiri untuk selanjutnya kembali ke arah Jalan HOS Cokroaminoto.

Bagi kendaraan yang melaju ke CBD Ciledug dan Cipondoh langsung belok kiri menjelang Jalan HOS Cokroaminoto.Sementara kendaraan yang balik ke arah Puri Beta , Kreo dan Jakarta mengambil jalur Kanan.

Khusus Bus Transjakarta begitu masuk kawasan Puri Beta 2 langsung mengambil ke arah kanan untuk masuk ke jalur khusus menuju halte. Selanjutnya, bus belok kanan masuk di Jalan HOS Cokroaminoto dan belok kiri menuju Puri Beta 1. Kemudian, bus belok kanan dan masuk dan masuk lagi ke Jalan HOS Cokroaminoto menuju Kreo dan Jakarta.

“Sejak lalu lintas di ubah di jalur ini tidak macet lagi. Cuma setelah keluar dari Puri Beta 1 terdapat penyempitan jalan, U-turn, sehingga dapat menyebabkan kemacetan,” kata Syamsudin (30), warga Larangan Utara.

Di sisi lain sejumlah kontraktor proyek pembangunan koridor ini masih membiarkan jalanan rusak disamping dan bawah jalur tersebut.

Simpang Pancoran

Di simpang Pancoran Jakarta, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan uji coba rekayasa lalu lintas sepekan mulai jumat (4/10). Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra mengutarakan, rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan di Pancoran akibat proyek pembangunan terowongan (underpass).

Kepala Subbid Pembinaan dan Penegakan Hukum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto, Sabtu, menjelaskan kendaraan dari arah Semanggi menuju Pasar Minggu harus berputar balik di Jalan Prof. Dr. Soepomo. Kendaraan berputar balik di depan pos pemadam kebakaran atau di depan markas Polsek Tebet, kemudian menuju Jalan Raya Pasar Minggu.

Kendaraan dari pintu Jalan Tol Pancoran di belokkan kekiri ke Jalan Soepomo dan berputar balik di tempat yang sama.


Sumber : KOMPAS, Senin, 7 Agustus 2017.

 




 

joomla template
program indir