Djarot-Arief Bertemu Hari Ini



Djarot-Arief Bertemu Hari Ini



Transjakarta sampai Puri Beta, Halte dan “Park and Ride” Disiapkan

JAKARTA, KOMPAS – Persiapan operasional Koridor 13 dipastikan sesuai dengan jadwal. Hari ini, Pelaksana Tugas (Plt) Gurbernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat juga akan bertemu dengan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah membicarakan kelanjutan Koridor 13 ke kota tetangga DKI itu.

Hari Senin (15/5) ini, Djarot Saiful Hidayat didampingi Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono dan sejumlan kepala dinas akan melakukan survey Koridor 13, jalur layang yang dikhususkan untuk transjakarta trayek Kapten Tendean-Ciledug.

PT Transjakarta menyiapkan tiga bus single ukuran maksi untuk keperluan survei. Adapun program uji coba koridor yang sudah berjalan sejak Sabtu (6/5) tetap berlangsung sampai hari ini. Sebanyak 20 bus single menjajal rute.

Budi Kaliwono, Minggu (14/5) mengatakan, dalam survey tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin memastikan kesiapan koridor dan fasilitas pendukung operasional Koridor 13, diantaranya dari sisi penerangan jalan di sepanjang koridor, marka jalan, hingga kesiapan halte.

“Kami mau tahu, persiapan apa saja yang sudah dilakukan di Koridor 13. Kami mau tahu, kekurangan apa saja di Koridor 13 sehingga bisa dipersiapkan untuk operasional,” Ujar Budi.

Koridor 13 tersebut merupakan proyek dinas Bina Marga DKI. Pembangunan jalur layang khusus transjakarta sepanjang 9,3 kilometer dari ciledug ke Mampang itu merupakan proyek yang didanai APBD DKI 2015, APBD 2016, dan APBD 2017 senilai Rp 2,3 triliun.

Dalam persiapan operasional, Dinas Bina Marga juga adalah pihak yang memastikan fasilitas pendukung Koridor 13 siap, di antaranya marka jalan dan penerangan.

Untuk lift, lanjut Budi, saat ini pihak PT Transjakarta masih menuntaskan pengadaan. Di sepanjang Koridor 13 itu ada 12 halte.

Dengan konstruksi berupa jalan layang, setiap halte memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Dari 12 halte, PT Transjakarta merencanakan melengkapi 10 halte diantaranya dengan lift.

“Transjakarta masih menuntaskan pengadaan lift tersebut,” ujar Budi.

Transjakarta, lanjut Budi, juga tengah menyiapkan pintu atau palang pintu di ujung Ciledug dan di ujung Mampang. Untuk halte lanjut Budi, juga akan dilihat apakah perlu dilakukan perubahan atau tidak.

Menunggu DED

Selain melakukan survey, Plt Gurbernur DKI Jakarta Djarot Siful Hidayat juga akan bertemu dengan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

Djarot seusai rapat koordinasi dengan para kepala dinas, Rabu (10/5) lalu, mengatakan, dirinya mesti memastikan Koridor 13 yang merupakan proyek strategis selesai sesuai dengan rencana, termasuk memastikan kerja sama dengan Pemkot Tangerang berjalan lancar.

Koridor 13 ini memiliki halte terakhir di Adam Malik, perbatasan antara Jakarta Selatan dan Kota Tangerang. Namun, terbatasnya lahan untuk tempat bus berputar membuat pengoperasian bus saat ini terpaksa diteruskan hingga perumahan Puri Beta di Kota Tangerang hanya untuk berputar. Hal ini juga membuat poros Jalan HOS Tjokroaminoto macet luar biasa karena lebar ruasnya hanya cukup untuk satu bus transjakarta. Untuk itu, Kota Tangerang meminta Koridor 13 sekalian dipanjangkan hingga ke Puri Beta dan dibuatkan jalur memutar bus yang memadai serta tidak menambah kemacetan.

Saat ini sudah ada perjanjian nota kesepahaman (MOU) di antara kedua pemerintah daerah. DKI akan membantu dana untuk Pemkot Tangerang melakukan detail engineering design (DED).

Di Puri Beta, direncanakan ada fasilitas park and ride untuk mobil dan sepeda motor bersama dua halte, masing-masing di Puri Beta 1 dan Puri Beta 2. (HLN/PIN)


Sumber : KOMPAS, SENIN, 15 MEI 2017, HALAMAN 25, KOLOM 1.

 




 

joomla template
program indir